Arti Masalah Hidup

Selama ini aku sering terlalu sering mengeluh. Dimana aku sering sekali menceritakan kisah hidupku kepada orang lain. Aku tidak sadar jika apa yang ku ceritakan hanya membuatku menyedihkan di mata orang lain yang mendengar ceritaku. Selama ini ku pikir tidak masalah jika orang tahu tentang apa yang ku hadapi dalam hidup ini.

Sampai suatu hari dikala pandemi dan sering sharing kepada salah satu teman kampusku. Seperti biasa kisah yang sebenarnya tidak perlu orang lain tahu terlontar ke dalam sebuah pesan, dan tentu terkirim, dan terbaca oleh temanku tersebut. Dan saat itu, awalnya dia berkata jika diriku memiliki kejutan. Kata – kata itu membuatku seakan tidak apa jika ku ceritakan permasalahanku, hingga akhirnya suatu hari ku lihat postingan temanku, dan aku menanggapi postingan tersebut. Isi tanggapanku adalah “silakan ceritakan permasalahanmu padaku jika kau membutuhkan tempat untuk bercerita.” Dan balasan temanku sangat menyadarkanku, “Apakah dengan bercerita kepada orang lain permasalahanmu akan selesai? Bagiku bercerita kepada orang lain hanya akan membuat diri kita terlihat menyedihkan.”

Saat itulah hatiku terenyuh dan menyesali semua yang telah kuceritakan kepada orang lain. Rasanya ku ingin masa lalu dan menarik semua kata demi kata yang terangkai menjadi cerita hidupku. Rasanya ingin menghapus kisah yang kini sudah menjadi buku, dan sudah bisa di monetisasi. Ku tersadar selama ini aku hidup dibawah belas kasihan orang lain. Dan kini akupun membenci hal tersebut, seperti kata temanku tersebut.

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai