Semua Akan Membaik

Mau iri sama kehidupan keluarga orang, tapi hal ini hanya akan membuat penyakit hati.

Rasa sakit dalam menjalani kehidupan mengajarkan mataku untuk tidak mudah menangis. Meskipun keluargaku menjalani kehidupan yang malang.

Aku ingin bertanya apakah aku tidak memiliki hak untuk tetap menjalankan kehidupan seperti biasanya? Misalnya belanja dan lain -lain? Meskipun kemalangan menimpa keluargaku? Aku takut akan penilaian orang yang pikiranku sendiri yang menciptakan kemungkinan-kemungkinan pikiran orang lain terhadapku.

Misalnya “padahal katanya keluarganya sedang bersedih tapi dia asyik bermain,bercanda,bahkan belanja.” Aku takut orang berpikiran seperti ini terhadapku.

Aku juga takut akan penilaian mereka, “lihatlah padahal salah satu anggota keluarganya sedang menderita tapi dia asyik bergembira” dan tidak peduli. Aku bukan tidak peduli,dan juga bukan melarikan diri,tapi mau bagaimana lagi? Akupun belum bisa benar – benar mandiri. Ditambah lagi ya tidak ada yang berniat memberikan kabar padaku lebih awal, apapun yang terjadi di dalam keluarga, dan lagi ku belum mengerti bagaimana mengahadapi tragedi hidup ini.

Semoga tragedi dan masalah dalam keluargaku bisa segera berakhir dan bisa mengajarkan kami untuk lebih dekat lagi pada Sang Pencipta. Dan juga semoga tragedi ini mampu menjadi pengingat bagi kami untuk menjauhi perbuatan dosa. Aminnn

Dan semoga tragedi ini bisa menjadi pemantik semangatku agar aku ingat bahwa aku harus bangkit semangat dan terus kerja keras mencapai kesuksesan agar bisa mensejahterakan keluargaku. Apa yang bisa ku perbuat? Hanya berserah diri, dan memohon ampunan pada Allah atas semua kesalahan kami yang menciptakan tragedi di dalam keluarga kami.

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai